moluska bercangkang berpeluang menghasilkan mutiara secara alami. Namun
tidak semua kerang bisa menghasilkan mutiara yang bagus dan memiliki
nilai jual yang lumayan.
Kerang penghasil mutiara umumnya berasal dari famili Pteriidae, namun
yang umum dikenal hanya jenis-jenis tertentu seperti gold atau
silver-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir emas atau bibir perak)
Pinctada maxima, black-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir hitam)
Pinctada margaritifera, Akoya pearl oyster (kerang mutiara Akoya)
Pinctada fucata dan the winged-pearl oyster (kerang mutiara bersayap)
Pteria penguin.
Semua anggota famili ini hidup di laut. Sedangkan moluska lain penghasil
mutiara yang sejauh ini dikenal berasal dari kelompok abalone dan
beberapa gastropoda lain serta beberapa jenis kerang bivalvia air tawar.

Setiap jenis kerang mutiara menghasilkan mutiara dengan spesifikasi yang
berbeda. Pinctada maxima menghasilkan mutiara relatif lebih besar dari
semua jenis kerang penghasil mutiara, berwarna perak, emas dan krem.
Jenis ini banyak dibudidayakan di Indonesia, Birma, Thailand dan
Australia.
Sedangkan kerang jenis Pinctada margaritifera merupakan primadona
negara-negara pasifik selatan. Mutiara yang dihasilkannya bervariasi
dari warna krem sampai warna hitam. Warna hitam merupakan warna yang
diminati pelanggan mutiara dunia saat ini. Dengan demikian harganya
sangat mahal. Diameter mutiara yang dihasilkan umumnya lebih kecil
daripada yang diproduksi Pinctada maxima.
Sementara Pinctada fucata adalah jenis yang banyak dibudidayakan di
Jepang, dan Pteria penguin tidak banyak dibudidayakan karena sejauh ini
hasilnya diperuntukkan hanya pada kalangan tertentu mengingat bentuk
mutiara yang dihasilkan umumnya tidak bundar.
1. PEARL of ALLAH / Lao-Tze Pearl
kepala
orang Dayak asli menyatakan mutiara disebut "The Pearl of Allah" karena
bentuk aneh dari permata tampak seperti Muhammad bersorban.
Menurut akun dengan Wilburn Cobb, seorang arkeolog mengunjungi dari San
Francisco, ia disajikan mutiara pada tahun 1936 setelah menyimpan putra
kepala suku Dayak dari malaria.
Cobb membawa mutiara ke New York City pada tahun 1939 dan telah
dikonfirmasi itu sebagai asli Tridacna mutiara oleh Roy Waldo Miner,
Kurator Hidup Invertebrata di American Museum of Natural History. Dalam surat, Miner digambarkan mutiara sebagai hampir 14 kilogram dan 9 inci panjang.
Bertentangan dengan bola berbentuk sempurna dengan sheens pearlescent,
karena kebanyakan mutiara muncul di toko-toko, mutiara ini aneh sekali
tidak teratur bentuknya dengan banyak permukaan berliku-liku, seperti
otak, dan memiliki matte, permukaan porselen seperti. Miner menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan tidak dikenal kerang raksasa, ia tidak bisa menebak umurnya.
Cobb menceritakan kisahnya tentang menemukan mutiara untuk November 1939 majalah museum, Sejarah Alam. Dia dipamerkan mutiara di Ripley Believe It Or Not! Odditorium di New York City, di mana ia diklaim sebagai terbesar di dunia yang dikenal mutiara. Sebuah nilai dinilai dari $ 3.500.000 telah diposting di Ripley Museum acara.
Mutiara misterius pergi absen dari tampilan publik atau penilaian untuk
30 tahun ke depan, hingga Cobb menulis cerita lain tentang hal itu di
Februari 1969 edisi Mensa Bulletin.
Pengantar artikel menyatakan bahwa jika Mensa bisa menengahi penjualan
untuk $ 3.500.000, akan mendapatkan suntikan sangat dibutuhkan dana
dalam bentuk biaya finder senilai 5 persen ($ 175.000).
Meskipun penjualan tidak berhasil, pasalnya memang menyajikan sejarah
yang sangat berbeda dari mutiara dari yang ditulis 30 tahun sebelumnya. Dengan demikian, retelling Cobb Pearl legenda Lao Tzu lahir
Pearl of Allah (secara resmi dikenal dengan nama Lao-Tze pearl) adalah
mutiara terbesar di dunia yang ditemukan pada tahun 1934 di lepas pantai
Pulau Palawan oleh seorang penyelam Filipina.
Mutiara ini dijadikan hadiah kepada Wilbur Dowell Cobb oleh kepala suku
di Palawan pada tahun 1936 karena Cobb telah menyelamatkan nyawa
anaknya.
Keturunan Cobb menjual mutiara ini kepada toko permata di California
tahun 1980 dengan harga 200.000 dollar AS. Harga saat ini ditaksir
sebesar 40 juta dollar AS.
2. La Peregrina
La peregrina atau Sang pengelana (musafir) adalah mutiara yang ditemukan
di Kepulauan Perlas, lepas pantai Panama pada tahun 1500-an. Konon,
mutiara ini ditemukan oleh seorang budak yang menginginkan kebebasan
sebagai bayaran dari mutiara yang ditemukannya.
Mutiara ini dibawa dan diserahkan kepada Raja Spanyol Phillip II dan
sang raja menghadiahkannya kepada Ratu Maria, sebagai hadiah pernikahan.
Saudara dari Napoleon I, Joseph Bonaparte mengambil mutiara ini dan
membawanya ke Prancis dan akhirnya sampailah mutiara ini kepada Duke of
Abercrombie.
Akhirnya, mutiara ini dibeli dengan harga 37 ribu dollar amerika oleh
Richard Burton dan menghadiahkannya sebagai hadiah Valentine’s Day
kepada Elizabeth Taylor. Keunikan dari mutiara ini, disamping
perjalanannnya yang begitu panjang, dia memiliki bentuk seperti air mata
atau buah pir, dan memiliki berat 10.192 gram.
3. Big Pink Pearl
Mutiara besar bewarna pink ini berharga 4.7 juta dollar amerika pada
tahun 1991. Dia dicatat dalam buku Guiness Book of Records sebagai
mutiara yang paling besar yang ditemukan dari abalone (Haliotis).
Berbentuk baroque dan memilik berat 470 carat setara dengan 94 gram.
Mutiara ini dimiliki oleh Wesley Rankin yang menemukannya di Salt Point
State Park, California pada tahun 1990.
4. Abernathy Pearl
Mutiara alami dari air tawar ini ditemukan oleh William Abernathyl, sang
penyelam mutiara di sungai Tay pada tahun 1967. Dengan berat 44 grains,
mutiara ini dianggap mutiara yang paling sempurna yang ditemukan dari
sungai-sungai di Skotlandia. Mutiara ini diberi nama “the little
willie”.
Bagaimana mutiara dihasilkan?
Tak ada yang senang jika rumahnya diganggu. Ini pula yang berlaku pada Kerang Mutiara. Meskipun punya rumah cangkang yang keras dan kokoh, tubuh Kerang Mutiara yang berlindung di dalam cangkang sangatlah lembut seperti kebanyakan spesies lain dari hewan molusca.
Setiap kali membuka cangkang untuk mendapatkan makanannya, Kerang Mutiaraberusaha
agar tidak ada benda asing yang masuk ke dalam cangkang. Namun, karena
tinggal di dasar lautan, sebutir pasir sulit dihindari untuk masuk ke
dalam cangkang sesaat ketika cangkang dibuka.
Kehadiran sebutir pasir ke dalam cangkang tentulah bukan sesuatu yang diharapkan karena menimbulkan sakit bagi tubuh Kerang Mutiara yang lembut. Mencoba mengeluarkan pasir tentu bukan persoalan gampang bagi hewan tak bertangan itu. Alhasil, Kerang Mutiara membangun sistem ketahanan tubuh yang unik.
Setiap kali pasir masuk ke dalam cangkang, Kerang Mutiara akan
mengeluarkan semacam cairan untuk membungkus pasir tersebut. Cairan
tersebut akan membungkus seluruh permukaan pasir lalu mengeras dan
berbentuk semacam bola kecil yang kita sebut sebagai mutiara. Pasir yang
tadinya keras dan menyakiti tubuh Kerang Mutiara kini telah memiliki permukaan yang halus sehingga tidak lagi menyakitkan bagi Kerang Mutiara.
Tidak hanya itu, mutiara yang dihasilkan dari sebutir pasir memiliki
nilai keindahan yang sangat tinggi yang membuat Kerang Mutiara menjadi
salah satu hewan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
Pada prinsipnya, moluska bercangkang berpeluang menghasilkan mutiara
secara alami. Namun tidak semua kerang bisa menghasilkan mutiara yang
bagus dan memiliki nilai beli yang lumayan.
Kerang
penghasil mutiara umumnya berasal dari famili Pteriidae, namun yang
umum dikenal hanya jenis-jenis tertentu seperti gold atau silver-lip
pearl oyster (kerang mutiara bibir emas atau bibir perak) Pinctada maxima, black-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir hitam) Pinctada margaritifera, Akoya pearl oyster (kerang mutiara Akoya) Pinctada fucata dan the winged-pearl oyster (kerang mutiara bersayap) Pteria penguin. Semua
anggota famili ini hidup di laut. Sedangkan moluska lain penghasil
mutiara yang sejauh ini dikenal berasal dari kelompok abalone dan
beberapa gastropoda lain serta beberapa jenis kerang bivalvia air tawar.
Setiap jenis kerang mutiara menghasilkan mutiara dengan spesifikasi yang berbeda. Pinctada maxima menghasilkan
mutiara relatif lebih besar dari semua jenis kerang penghasil mutiara,
berwarna perak, emas dan krem. Jenis ini banyak dibudidayakan di
Indonesia, Birma, Thailand dan Australia. Sedangkan kerang jenis Pinctada margaritifera merupakan
primadona negara-negara pasifik selatan. Mutiara yang dihasilkannya
bervariasi dari warna krem sampai warna hitam. Warna hitam merupakan
warna yang diminati pelanggan mutiara dunia saat ini. Dengan demikian
harganya sangat mahal. Diameter mutiara yang dihasilkan umumnya lebih
kecil daripada yang diproduksi Pinctada maxima. Sementara Pinctada fucata adalah jenis yang banyak dibudidayakan di Jepang, dan Pteria penguin tidak
banyak dibudidayakan karena sejauh ini hasilnya diperuntukkan hanya
pada kalangan tertentu mengingat bentuk mutiara yang dihasilkannya
umumnya tidak bundar.
Mutiara bisa dihasilkan melalui budidaya atau secara alami. Mutiara
alami terbentuk akibat adanya pasir atau benda asing masuk ke dalam
tubuh kerang. Butiran-butiran mutiara tersebut terbentuk saat kerang
berusaha menghilangkan benda asing tadi. Kini, mutiara alami sudah
mulai sulit ditemukan. Ini membuat harganya sangat mahal.
Sementara itu, mutiara yang dijual di pasaran kebanyakan dari hasil
budidaya manusia. Cara pembudidayaan mutiara ini adalah dengan
menyuntikkan zat atau benda asing ke dalam tubuh kerang mutiara.
Nantinya, zat itu yang akan menjadi inti dari mutiara. Setelah itu
kerang dikembalikan lagi ke perairan untuk dipelihara. Budi daya kerang
yang terkenal di Indonesia ada di Maluku.
sumber:
http://anitarose-fpk11.web.unair.ac.id/artikel_detail-64323-Eksplorasi%20Laut%20Indonesia-Kilau%20Permata%20Kerang%20Penghasil%20Mutiara.html
http://www.unikbaca.com/2014/08/kerang-mutiara-termahal-dan-terkenal.html
sip, thanks infonya :)
BalasHapusthanks memberi pencerahan :)
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapuswaaaaah keren
BalasHapusterimakash infonya (y)
BalasHapusNICE MATERI !! :D
BalasHapusKeren sayang :D
BalasHapusterimakasih telah berkunjung :D
BalasHapusTerimakasih atas informasinya, sangat bermanfaat:)
BalasHapus