Jumat, 19 Desember 2014

kerang mutiara

moluska bercangkang berpeluang menghasilkan mutiara secara alami. Namun tidak semua kerang bisa menghasilkan mutiara yang bagus dan memiliki nilai jual yang lumayan.


Kerang penghasil mutiara umumnya berasal dari famili Pteriidae, namun yang umum dikenal hanya jenis-jenis tertentu seperti gold atau silver-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir emas atau bibir perak) Pinctada maxima, black-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir hitam) Pinctada margaritifera, Akoya pearl oyster (kerang mutiara Akoya) Pinctada fucata dan the winged-pearl oyster (kerang mutiara bersayap) Pteria penguin.


Semua anggota famili ini hidup di laut. Sedangkan moluska lain penghasil mutiara yang sejauh ini dikenal berasal dari kelompok abalone dan beberapa gastropoda lain serta beberapa jenis kerang bivalvia air tawar.


Setiap jenis kerang mutiara menghasilkan mutiara dengan spesifikasi yang berbeda. Pinctada maxima menghasilkan mutiara relatif lebih besar dari semua jenis kerang penghasil mutiara, berwarna perak, emas dan krem. Jenis ini banyak dibudidayakan di Indonesia, Birma, Thailand dan Australia.

Sedangkan kerang jenis Pinctada margaritifera merupakan primadona negara-negara pasifik selatan. Mutiara yang dihasilkannya bervariasi dari warna krem sampai warna hitam. Warna hitam merupakan warna yang diminati pelanggan mutiara dunia saat ini. Dengan demikian harganya sangat mahal. Diameter mutiara yang dihasilkan umumnya lebih kecil daripada yang diproduksi Pinctada maxima.

Sementara Pinctada fucata adalah jenis yang banyak dibudidayakan di Jepang, dan Pteria penguin tidak banyak dibudidayakan karena sejauh ini hasilnya diperuntukkan hanya pada kalangan tertentu mengingat bentuk mutiara yang dihasilkan umumnya tidak bundar.

1. PEARL of ALLAH / Lao-Tze Pearl

kepala orang Dayak asli menyatakan mutiara disebut "The Pearl of Allah" karena bentuk aneh dari permata tampak seperti Muhammad bersorban.

Menurut akun dengan Wilburn Cobb, seorang arkeolog mengunjungi dari San Francisco, ia disajikan mutiara pada tahun 1936 setelah menyimpan putra kepala suku Dayak dari malaria. Cobb membawa mutiara ke New York City pada tahun 1939 dan telah dikonfirmasi itu sebagai asli Tridacna mutiara oleh Roy Waldo Miner, Kurator Hidup Invertebrata di American Museum of Natural History. Dalam surat, Miner digambarkan mutiara sebagai hampir 14 kilogram dan 9 inci panjang. Bertentangan dengan bola berbentuk sempurna dengan sheens pearlescent, karena kebanyakan mutiara muncul di toko-toko, mutiara ini aneh sekali tidak teratur bentuknya dengan banyak permukaan berliku-liku, seperti otak, dan memiliki matte, permukaan porselen seperti. Miner menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan tidak dikenal kerang raksasa, ia tidak bisa menebak umurnya.

Cobb menceritakan kisahnya tentang menemukan mutiara untuk November 1939 majalah museum, Sejarah Alam. Dia dipamerkan mutiara di Ripley Believe It Or Not! Odditorium di New York City, di mana ia diklaim sebagai terbesar di dunia yang dikenal mutiara. Sebuah nilai dinilai dari $ 3.500.000 telah diposting di Ripley Museum acara.

Mutiara misterius pergi absen dari tampilan publik atau penilaian untuk 30 tahun ke depan, hingga Cobb menulis cerita lain tentang hal itu di Februari 1969 edisi Mensa Bulletin. Pengantar artikel menyatakan bahwa jika Mensa bisa menengahi penjualan untuk $ 3.500.000, akan mendapatkan suntikan sangat dibutuhkan dana dalam bentuk biaya finder senilai 5 persen ($ 175.000). Meskipun penjualan tidak berhasil, pasalnya memang menyajikan sejarah yang sangat berbeda dari mutiara dari yang ditulis 30 tahun sebelumnya. Dengan demikian, retelling Cobb Pearl legenda Lao Tzu lahir

Pearl of Allah (secara resmi dikenal dengan nama Lao-Tze pearl) adalah mutiara terbesar di dunia yang ditemukan pada tahun 1934 di lepas pantai Pulau Palawan oleh seorang penyelam Filipina.

Mutiara ini dijadikan hadiah kepada Wilbur Dowell Cobb oleh kepala suku di Palawan pada tahun 1936 karena Cobb telah menyelamatkan nyawa anaknya.

Keturunan Cobb menjual mutiara ini kepada toko permata di California tahun 1980 dengan harga 200.000 dollar AS. Harga saat ini ditaksir sebesar 40 juta dollar AS.

2. La Peregrina

La peregrina atau Sang pengelana (musafir) adalah mutiara yang ditemukan di Kepulauan Perlas, lepas pantai Panama pada tahun 1500-an. Konon, mutiara ini ditemukan oleh seorang budak yang menginginkan kebebasan sebagai bayaran dari mutiara yang ditemukannya.

Mutiara ini dibawa dan diserahkan kepada Raja Spanyol Phillip II dan sang raja menghadiahkannya kepada Ratu Maria, sebagai hadiah pernikahan. Saudara dari Napoleon I, Joseph Bonaparte mengambil mutiara ini dan membawanya ke Prancis dan akhirnya sampailah mutiara ini kepada Duke of Abercrombie.

Akhirnya, mutiara ini dibeli dengan harga 37 ribu dollar amerika oleh Richard Burton dan menghadiahkannya sebagai hadiah Valentine’s Day kepada Elizabeth Taylor. Keunikan dari mutiara ini, disamping perjalanannnya yang begitu panjang, dia memiliki bentuk seperti air mata atau buah pir, dan memiliki berat 10.192 gram.

3. Big Pink Pearl

Mutiara besar bewarna pink ini berharga 4.7 juta dollar amerika pada tahun 1991. Dia dicatat dalam buku Guiness Book of Records sebagai mutiara yang paling besar yang ditemukan dari abalone (Haliotis).

Berbentuk baroque dan memilik berat 470 carat setara dengan 94 gram. Mutiara ini dimiliki oleh Wesley Rankin yang menemukannya di Salt Point State Park, California pada tahun 1990.

4. Abernathy Pearl

Mutiara alami dari air tawar ini ditemukan oleh William Abernathyl, sang penyelam mutiara di sungai Tay pada tahun 1967. Dengan berat 44 grains, mutiara ini dianggap mutiara yang paling sempurna yang ditemukan dari sungai-sungai di Skotlandia. Mutiara ini diberi nama “the little willie”.

Bagaimana mutiara dihasilkan?

Tak ada yang senang jika rumahnya diganggu. Ini pula yang berlaku pada Kerang Mutiara. Meskipun punya rumah cangkang yang keras dan kokoh, tubuh Kerang Mutiara yang berlindung di dalam cangkang sangatlah lembut seperti kebanyakan spesies lain dari hewan molusca.

Setiap kali membuka cangkang untuk mendapatkan makanannya, Kerang Mutiaraberusaha agar tidak ada benda asing yang masuk ke dalam cangkang. Namun, karena tinggal di dasar lautan, sebutir pasir sulit dihindari untuk masuk ke dalam cangkang sesaat ketika cangkang dibuka.

Kehadiran sebutir pasir ke dalam cangkang tentulah bukan sesuatu yang diharapkan karena menimbulkan sakit bagi tubuh Kerang Mutiara yang lembut. Mencoba mengeluarkan pasir tentu bukan persoalan gampang bagi hewan tak bertangan itu. Alhasil, Kerang Mutiara membangun sistem ketahanan tubuh yang unik.

Setiap kali pasir masuk ke dalam cangkang, Kerang Mutiara akan mengeluarkan semacam cairan untuk membungkus pasir tersebut. Cairan tersebut akan membungkus seluruh permukaan pasir lalu mengeras dan berbentuk semacam bola kecil yang kita sebut sebagai mutiara. Pasir yang tadinya keras dan menyakiti tubuh Kerang Mutiara kini telah memiliki permukaan yang halus sehingga tidak lagi menyakitkan bagi Kerang Mutiara. Tidak hanya itu, mutiara yang dihasilkan dari sebutir pasir memiliki nilai keindahan yang sangat tinggi yang membuat Kerang Mutiara menjadi salah satu hewan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Pada prinsipnya, moluska bercangkang berpeluang menghasilkan mutiara secara alami. Namun tidak semua kerang bisa menghasilkan mutiara yang bagus dan memiliki nilai beli yang lumayan.

Kerang penghasil mutiara umumnya berasal dari famili Pteriidae, namun yang umum dikenal hanya jenis-jenis tertentu seperti gold atau silver-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir emas atau bibir perak) Pinctada maxima, black-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir hitam) Pinctada margaritifera, Akoya pearl oyster (kerang mutiara Akoya) Pinctada fucata dan the winged-pearl oyster (kerang mutiara bersayap) Pteria penguin. Semua anggota famili ini hidup di laut. Sedangkan moluska lain penghasil mutiara yang sejauh ini dikenal berasal dari kelompok abalone dan beberapa gastropoda lain serta beberapa jenis kerang bivalvia air tawar.

Setiap jenis kerang mutiara menghasilkan mutiara dengan spesifikasi yang berbeda. Pinctada maxima menghasilkan mutiara relatif lebih besar dari semua jenis kerang penghasil mutiara, berwarna perak, emas dan krem. Jenis ini banyak dibudidayakan di Indonesia, Birma, Thailand dan Australia. Sedangkan kerang jenis Pinctada margaritifera merupakan primadona negara-negara pasifik selatan. Mutiara yang dihasilkannya bervariasi dari warna krem sampai warna hitam. Warna hitam merupakan warna yang diminati pelanggan mutiara dunia saat ini. Dengan demikian harganya sangat mahal. Diameter mutiara yang dihasilkan umumnya lebih kecil daripada yang diproduksi Pinctada maxima. Sementara Pinctada fucata adalah jenis yang banyak dibudidayakan di Jepang, dan Pteria penguin tidak banyak dibudidayakan karena sejauh ini hasilnya diperuntukkan hanya pada kalangan tertentu mengingat bentuk mutiara yang dihasilkannya umumnya tidak bundar.

Mutiara bisa dihasilkan melalui budidaya atau secara alami. Mutiara alami terbentuk akibat adanya pasir atau benda asing masuk ke dalam tubuh kerang. Butiran-butiran mutiara tersebut terbentuk saat kerang berusaha menghilangkan benda asing tadi. Kini, mutiara alami  sudah mulai sulit ditemukan. Ini membuat harganya sangat mahal.

Sementara itu, mutiara yang dijual di pasaran kebanyakan dari hasil budidaya manusia. Cara pembudidayaan mutiara ini adalah dengan menyuntikkan zat atau benda asing ke dalam tubuh kerang mutiara. Nantinya, zat itu yang akan menjadi inti dari mutiara. Setelah itu kerang dikembalikan lagi ke perairan untuk dipelihara. Budi daya kerang yang terkenal di Indonesia ada di Maluku.

sumber:

http://anitarose-fpk11.web.unair.ac.id/artikel_detail-64323-Eksplorasi%20Laut%20Indonesia-Kilau%20Permata%20Kerang%20Penghasil%20Mutiara.html

http://www.unikbaca.com/2014/08/kerang-mutiara-termahal-dan-terkenal.html

9 komentar:

semua akan indah pada waktunya kawan, teruslah maju dan pantang menyerah :)